Silsilah Al Huda Wan Nur (Rangkaian Mutiara Petunjuk dan Hidayah) [1/001. 00:00:26]

Bismillah …
Dalam bagian ini kita akan menyimak perkataan ulama ahli hadits terkemuka di zaman ini, beliau Al Imam Al Muhadits Muhammad Nashiruddin Al Albani rohimahulloh.
Perkataan ini diambil dari silsilah al huda wan nur, sebagiannya telah ditranskrif oleh Abu Kholil An Najdiy hafidzohulloh; dan yang kami terjemahkan merupakan bagian-bagian darinya. (Lengkapnya lihat http://www.alalbany.net/albany_tapes_tafregh.php).
Kami ketengahkan topik ini dalam rangka belajar Islam dan Sunnah dengan bimbingan ulama robbani.
Kepada saudara-saudaraku yang menemukan kesalahan dalam penerjemahan ini supaya menyampaikannya kepada kami.

Perkataan Syaikh rohimahulloh tentang penjelasan bid’ah tercela dan peringatan darinya. Dan tentang bolehnya berbuat bid’ah/membuat perkara yang baru dalam masalah dunia

Syaikh Al Albani rohimahulloh : Seluruh pujian hanya bagi Alloh, kami memuji, memohon pertolongan dan ampunan hanya kepadaNya. Kami pun berlindung kepada Alloh dari kejelekan jiwa dan keburukan amal kami. Barangsiapa yang Alloh menunjukinya maka tidak akan ada yang bisa menyesatkannya. Dan barangsiapa telah disesatkannya maka tidak ada yang kuasa memberikan petunjuk kepadanya. Aku bersaksi bahwa tidak ada yang diibadahi dengan benar selain Alloh semata; tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad hamba dan utusanNya. Amma ba’du :

Sebaik-baik perkataan kalamulloh, sebaik-baik petunjuk, petunjuk Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam, sejelek-jelek urusan, urusan yang diada-adakan (bid’ah), setiap yang baru bid’ah, setiap yang bid’ah sesat, dan setiap kesesatan dalam neraka.

Mudah-mudahan seluruh hadirin yang hadir mengtahui konklusi dari hadits ini dan yang semisalnya, dari hadits-hadits yang telah disebutkan dalam kitab-kitab sunnah; dan telah sahih jalan-jalannya sampai kepada Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam, seperti hadits :

من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو ردٌّ

“Barangsiapa membuat perkara yang baru dalam agama kami yang bukan bagian darinya, maka ditolak”.

Dan seperti hadits Irbad bin Sariyah rodiyallohu ‘anhu, dia berkata : “Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam memberikan wasiat kepada kami, nasihat yang menggetarkan hati dan menjadikan air mata bercucuran, maka kami berkata : ‘Wahai Rosululloh, berwasiatlah kepada kami, beliau pun bersabda :

أوصيكم بتقوى الله والسمع والطاعة وإن وُلِيَ عليكم عبد حبشي ، وإنه من يَعِشْ منكم
فسيرى اختلافاً كثيراً ، فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين من بعدي
عضو عليها بالنواجذ وإياكم ومحدثات الأمور ، كل محدثةٍ بدعة ، وكل بدعةٍ ضلالة

“Aku berwasiat kepada kalian supaya bertaqwa kepada Alloh, mendengar dan ta’at; walaupun budak habasyah yang dikuasakan kepada kalian. Bahwasanya, barangsiapa diantara kalian hidup [dengan umur panjang], maka akan menjumpai perpecahan yang banyak. Maka kalian wajib berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah al khulafa ar rosyidin yang telah mendapat petunjuk setelahku, gigitlah sunnah tersebut dengan gigi gerham kalian, dan berhati-hatilah dari perkara yang baru, setiap perkara baru [dalam agama] bid’ah, dan setiap bid’ah sesat”.

Hadits-hadits ini menguatkan sesuatu yang aku menduga anda semua telah memahami dan meyakininya : Bahwa seluruh perkara yang baru dalam agama merupakan kesesatan. Aku sebutkan dalam agama, karena berbuat bid’ah yang tercela merupakan sesuatu yang khusus  dalam agama. Adapun dalam urusan dunia maka ada yang mamduh (terpuji) dan ada yang madzmum (tercela), sesuai dengan perkara baru tersebut, jika bertentangan dengan syari’at maka tercela, dan jika tidak bertentangan dengan syari’at maka minimalnya mubah (boleh).

Perkataan yang paling baik untuk dikutif dalam kesempatan ini adalah ungkapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullloh, tatkala membuat kaidah yang sangat penting sekali dari hadit-hadits tersebut, dengan menambahkan dari hadits-hadits yang lain, bahwa asal dalam segala sesuatu (urusan dunia) ibahah/boleh untuk dikerjakan. Ini merupakan kaidah ushuliyah, rohimahulloh berkata : “Asal dalam urusan agama terlarang/tidak boleh dikerjakan, kecuali ada nas. Dan asal dalam perkara dunia boleh, kecuali ada nas (yang melarangnya-penj), maka maknanya : Setiap perkara yang baru dalam agama terlarang. Adapun perkara yang baru dalam masalah dunia maka mubah/boleh dikerjakan, kecuali jika bertentangan dengan nas; sebagimana telah kami sebutkan.

Kemudian, dari sesuatu yang harus diperingatkan adalah : Bahwa sabdanya sholallohu ‘alaihi wa sallam :

وإياكم ومحدثات الأمور

“Dan berhati-hatilah dari perkara yang baru”, yakni : Seluruh bentuk ibadah yang baru ada setelah nabi sholallou ‘alaihi wa sallam maka sesat, walaupun dalam sangkaan manusia merupakan sesuatu yang baik. Demi Alloh, Abdulloh bin Umar bin Khottob rodiyallohu ‘anhu berkata :

كل بدعةٍ ضلالة وإن رآها الناس حسنة

“Seluruh bid’ah sesat, walaupun manusia memandangnya sebagai kebaikan”. Makna al istihsan dalam agama : Bahwa yang mengangap baik ini mensejajarkan dirinya dengan Robbul ‘Alamin, yang tidak ada bagi seorang pun selainNya; untuk mensyari’atkan, kecuali sesuatu yang telah Alloh kehendaki. Oleh karena itu Imam As Syafi’i rohimahulloh berkata :

من استحسن فقد شرع

“Barangsiapa menganggap baik, maka telah membikin syari’at”.

Barangsiapa menganggap baik maka telah membikin syari’at, karena yang diperbuat mustahsiin (yang menganggap baik) itu merupakan sesuatu yang dia anggap baik menurut akal dan pemikiranyya semata, tidak terlahir dari kitab Robbnya atau sunnah Nabinya. Darimanakah dia mengatahui urusan itu baik ?!, oleh karenanya, sikap yang harus kita perbuat dari perkara-perkara bid’ah tersebut adalah menolaknya, dengan landasan yang terdahulu penyebutannya, dari hadits-hadits yang sahih.

****

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: