Silsilah Kaidah; Aqidah dan Manhaj 3

Kaidah Ketiga : Madzhab As-Salaf Paling Ilmiah, Paling Ahkam dan Paling Selamat.

مذهب السلف أعْلَمُ وأحْكَم وأسْلَم

Penjelasan Kaidah :

Kaidah ini merupakan pembeda antara ahli haq dan ahli batil. Ahlu sunnah mempersaksikan kaidah ini dengan naql, akal dan hissi (panca indra). Adapun para ahli bid’ah menyatakan bahwa madzhab salaf itu aslam sedangkan madzhab kholaf adalah a’lam dan ahkam.

Diantara Dalil Kaidah :

Alloh Ta’ala memberikan keridlhoan bagi orang-orang yang mengikuti mereka :

والسابقون الأولون من المهاجرين والأنصار والذين اتبعوهم بإحسان رضي الله عنهم ورضوا عنه وأعد لهم جنات تجري تحتها الأنهار خالدين فيها أبدا ذلك الفوز العظيم

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar”. (Qs. At taubah : 100).

Sisi pendalilan :

Didalam ayat ini Alloh menjelaskan, bahwa keridloan-Nya hanya akan diraih—oleh orang-orang yang datang kemudian—dengan cara mengikuti jalan yang pernah ditempuh oleh  mereka (Muhajirin dan Anshor) dengan baik. Jika mereka tidak berilmu, tidak adil dan tidak tunduk maka tidak mungkin dijadikan timbangan didapatkannya keridlhoan Alloh.

Alloh tidaklah mungkin meridlhoi kebodohan, karena kebodohan merupakan sebab kesesatan, oleh karenanya kita senantiasa membaca ayat yang artinya : “Dan bukannya jalan orang-orang yang dimurkai dan dholin (sesat) ” (Qs. Al-Fatihah). Para ahli tafsir sepakat bahwa kaum yang dholin itu adalah orang-orang Nashroni yang beramal/beribadah tanpa ilmu.

Ibnu Mas’ud berkata (Fadlu ‘Ilmi as-Salaf ‘ala ‘Ilmi al-Kholaf, h. 28):  “Sesungguhnya kalian hidup di zaman yang banyak ulamanya dan sedikit penceramahnya; Dan akan datang setelah kalian suatu zaman yang sedikit ulamnya dan banyak penceramahnya. Barangsiapa yang banyak ilmunya dan lebih sedikit bicaranya maka dia dipuji. Dan barangsiapa yang kebalikannya maka dicela”.

****

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: