Tafsir Surat Al Fatihah, bagian 1

Tafsir Surat Al Fatihah

[Tentang Bismillahirrohmannirrohim –penj]

Turunnya :

Abu Daud berkata : Qutaibah bin Sa’id, Ahmad bin Muhammad al Mawardzi dan Ibnu Sarh menceritakan kepada kami, mereka berkata : Sufyan menceritakan dari ‘Amr, dari Sa’id bin Jubair, Qutaibah berkata – di dalamnya – : Dari Ibnu Abbas, dia berkata : Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam tidak mengetahui bagaimana cara memisahkan surat-surat (al Qur’an), sehingga turun padanya :

(بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ)

“Dengan nama Alloh yang Maha Pengesih lagi Maha Penyayang”.

Ini lafadz Ibnu Sarh[1]. Ibnu Katsir Mensahihkannya[2].

Al Wahidiy mengutifnya[3]. Dan Hakim dari jalan Sufyan bin Uyainah dengan lafadz ini dan mensahihkannya. Adz Dzahabi berkata : Adapun hadits ini benar adanya[4].

Al Bazzar mengutifnya dari jalan Sufyan bin Uyainah dengannya[5]. Al Haitsami berkata : Al Bazzar meriwayatkannya dengan dua sanad, salah satu sanad hadits tersebut merupakan para perawi as Sahih[6], dan sanad tersebut sesuai dengan syarat syaikhoin (Bukhori dan Muslim –penj).

Tafsirnya :

Firmannya (بِسْمِ اللَّهِ) ‘Dengan nama Alloh’.

At Tujaibiy dalam Mukhtashor Tafsir At Thobariy berkata : (بِسْمِ اللَّهِ) bermakna : Dengan mengingat Alloh dan menyebutkannya aku memulai dan membaca[7].

Firmannya (الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ) ‘Yang Maha Pengesih Lagi Maha Penyayang’.

Syaikhon mengutif dengan sanadnya masing-masing dari Abu Hurairoh rodiyallohu ‘anhu, dari Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda :

“لما خلق الله الخلق كتب في كتابه فهو عنده فوق العرش أن رحمتي تغلب غضبي”

“Tatkala Alloh menciptakan makhluk, maka Dia menulis dalam kitabNya, dan ia disisinya di atas ‘Arsy, bahwa rohmatKu mengalahkan kemarahanKu”.

Dalam riwayat Muslim :

“إن رحمتي سبقت غضبي”

“Sesungguhny rohmatKu mendahului kemarahanKu”[8].

Kedua lafadz tersebut milik Muslim. Muslim juga mengutifnya dengan sanadnya, dari Abu Hurairoh, dari Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda :

أن لله مائة رحمة، أنزل منها واحدة بين الجن والإنس والبهائم والهوام، فبها يتعاطفون، وبها يتراحمون، وبها تعطف الوحوش على ولدها، وأخَّرَ الله تسعا وتسعين رحمة يرحم بها عباده يوم القيامة

“Alloh memiliki seratus rahmat, menurunkan salah satunya kepada Jin, Manusia, binatang ternak dan serangga, dengan satu rahmat tersebut mereka saling berlemah lembut, dengan satu ramat itu pula mereka saling menyayangi, dan dengan rahmat yang satu itu pula binatang buas bersikap lembut pada anaknya. Dan Alloh mengakhirkan rahmat yang sembilan puluh sembilan, yang Dia dengan rahmat tersebut menyayangi hamba-hambanNya pada hari kiamat”. [9]

Bukhori mengeluarkan yang semisalnya, dan tambahan sabdanya :

“حتى ترفع الفرس حافرها عن ولدها خشية أن تصيبه”

“Hingga kuda yang mengangkat telapaknya [kakinya] dari anaknya dikarenakan khawatir mengenainya”[10].

Muslim dengan sanadnya mengutif dari Abu Hurairoh, bahwa Rosululloh r bersabda :

لو يعلم المؤمن ما عند الله من العقوبة ما طمع بجنته أحد، ولو يعلم الكافر ما عند الله من الرحمة، ما قنط من جنته أحد

“Andaikan orang-orang yang beriman mengetahui sesuatu yanag ada di sisi Alloh, dari siksa; Maka tidak akan ada seorang pun yang merasakan Surga. Andaikan orang kafir mengetahui sesuatu yang ada di sisi Alloh, dari rahmat; Maka tidak akan ada seorang pun yang berputus asa”[11]. Bukhori mengutif yang semisalnya dan lebih panjang[12].

Ar Rohman mustaq dari Ar rohmah, ia merupakan pendapat jumhur ulama[13].

Dalilnya hadits yang di kutif Ahmad, dia berkata : Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, Hisyam ad Dustuwaiy mengabarkan dari Yahya bin Abi Katsir dari Ibrohim bin Abdillah bin Qoridz, bahwa bapaknya memberiyahu, dia menemui Abdurrohman bin ‘Auf, dan dia sedang sakit. Abdurrohman berkata kepadanya : Kunjunganmu ini merupakan kasih saying, sesungguhnya nabi r bersabda : Alloh U berfirman :

أَنَا الرَّحْمَنُ خَلَقْتُ الرَّحِمَ وَشَقَقْتُ لَهَا مِنِ اسْمِى فَمَنْ يَصِلْهَا أَصِلْهُ وَمَنْ يَقْطَعْهَا أَقْطَعْهُ فَأَبُتَّهُ أَوْ قَالَ مَنْ يَبُتَّهَا أَبُتَّهُ

“Aku Maha Pengasih, aku menciptakan rahim, dan aku pecahkan baginya dari namaku, barangsiapa menyambungkannya maka Aku pun akan berbuat baik dan memeberikan nikmat padanya, barangsiapa memutuskannya maka Aku pun akan berpaling darinya, maka, maka memutuskannya. Atau berkata : Barangsiapa memutuskannya maka aku memutuskannya [berpaling darinya-penj][14].

Dia pun mengutifkan yang semisalnya dari hadits Abu Hurairoh[15]. Ahmad Sakir dan Al Albani mensahihkannya[16].

Al Hakim mengutifkan dari jalan Yazid bin Harun, Adz Dzahabi mendiamkannya[17].

Ahmad[18], Abu Daud[19], At Tirmidzi[20] dan Al Hakim[21] semuanya mengytif dari jalan Thoriq bin Sufyan bin Uyainah, dari az Zuhri, dari Abi Salamah bin Abdurrohman, dari Roddad Al Laitsiy dari Abdurrohman bin ‘Auf yang semisalnya.

At Tirmidzi berkata : Hadits Sufyan dari Zuhri hadits Sahih. Al Hakim mensahihkannya dan disepakati oleh Adz Dzahabi.

Ar Rohman merupakan nama dari nama-nama Alloh, hamba tidak boleh [terlarang] menamai dirinya dengan nama ini. Sebagaimana diriwayatkan oleh Ath Thobariy dari Al Hasan, dia berkata :

“الرحمن” اسم ممنوع

“Ar Rohman merupakan nama yang terlarang”[22].

‘Auf adalah Ibnu Abi Jamilah al ‘Arobiy, tsiqoh, demikian pula para perawai yang lainnya; tsiqoh/terpercaya. Maka sanadnya telah sahih kepada Hasan al Bashri.

Lihatlah riwayat-riwayatnya pada penjelasan firmanNya Ta’ala, dalam surat al Fatihah. (Akan datang penjelasannya, bersambung …. Penj).


[1] As Sunan (788) – As Sholat Bab Barangsiapa yang Mengeraskannya – yakni bismillah – .

[2] Tafsir 1/34.

[3] Asbabu An Nuzul, h. 15.

[4] Al Mustadrok 1/231.

[5] Kasyful Astar 3/40.

[6] Az Zawaid 2/109, 6/310.

[7] Mukhtashor Tafsir At Thobariy, h. 1.

[8] Sahih al Bukhori [7404] – at Tauhid, bab firman Alloh Ta’ala “Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya”. Dan Sahih Muslim – at Tubah – bab luasnya rahmat Alloh Ta’ala [2751] dan yang setelahnya.

[9] Ibid, No. 19.

[10] As Sahih – Al Adab, Bab Alloh menjadikan rohmat pada seratus bagian [6000] al Basmalah.

[11] As Sahih – at Tubah, Bab tentang luasnya rahmat Alloh Ta’ala [2755].

[12] As Sahih – Ar Roqoq, Bab Roja disertai Khauf [6469].

[13] Lihat Tafsir al Qurthubiy 1/104, dan Tafsir Ibnu Katsir 1/42.

[14] Al Musnad No. 1659.

[15] Al Musnad 2/498.

[16] Sahih al Jami’ as Shagir 4/115, al MUsnad [1659].

[17] Al Mustadrok 4/157.

[18] Al Musnad, No. 1686.

[19] As Sunan – Az Zakat – bab tentang menyambungkan rohim, No. [1694].

[20] As Sunan – al Bir wa Ashilah – Bab tentang memutuskan rohim, No. [1907].

[21] Al Mustadrok 4/157, 158.

[22] At Tafsir ash Sahih, No. [150].

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: