Berdakwah dan Izin Orang Tua

Masalah : 1001

Apa hukum melaksanakan kegiatan  bersama para pemuda yang berusaha menyebarkan dakwah islamiyah, tapi tanpa keridlhoan orang tua ?.

Syaikh : Abdurrohman Sahim.

Pertanyaan : Apa hukum melaksanakan kegiatan  bersama para pemuda yang berusaha menyebarkan dakwah islamiyah, tapi tanpa keridlhoan orang tua ?.  Padahal daerah tersebut membutuhkan kerja nyata seperti itu, seperti Palestina.

Jawab :Jika amal tersebut untuk tujuan dakwah kepada Alloh maka disyari’atkan, adapun jika tujuannya untuk bergolong-golongan dan perkumpulan, masalah tersebut menjadi loyalitas pada kelompok dan golongan. Juru dakwah menyangka, bahwa ia menyeru kepada Alloh, padahal pada hakikatnya menyeru kepada golongan dan kelompok; loyalitas dan permusuhan atas setandar kelompoknya. Kemarahannya dikarenakan kelompok atau golongan lebih sering daripada kemarahan yang semata-mata karena Alloh. Maka ini tidak boleh.

Jika tidak ridlhonya orang tua dilandasi karena kebutuhan keduanya kepada anak, maka hendaknya dia meninggalkan amal tersebut, tatkala keduanya memutuhkannya.

Bila bukan karena kebutuhan keduanya kepada anak, yakni keduanya tidak membutuhkannya, hanya saja melarang dari mengerjakan kebaikan, maka tidak wajib menta’ati keduanya.

Andaikan setiap anak menta’ati kedua orang tuanya pada setiap kondisi dan keadaan, maka tidak akan ada yang berdakwah kepada Alloh, tidak pula ada yang berjihad di jalan Alloh, dan tidak ada pula yang menyebarkan kebaikan … dan yang lain-lainnya.

Seorang yang berakal adalah orang yang senantiasa berbuat kebaikan, dan menempatkan setiap hak pada kemestiannya.

Allohu Ta’ala ‘Alam.

Nas Fatwa :

العنوان

1101 –

ما حكم العمل مع مجموعة مع الشباب الذين يقومون بنشر الدعوة الإسلامية مع عدم رضا الوالدين ؟

الشيخ عبد الرحمن السحيم

السؤال

ما حكم العمل مع مجموعة مع الشباب الذين يقومون بنشر الدعوة الإسلامية ونشر الفكر الإسلامي مع عدم رضا الوالدين ؟

مع أن البلد يحتاج لمثل ذا العمل في فلسطين

الجواب

إذا كان هذا العمل لأجل الدعوة إلى الله فهو مشروع

أما إذا كان لأجل التحزّب والتجمّع والتكتّل ، فتُصبِح المسألة مولاة على أحزاب وجماعات ، فيَظنّ الداعي أنه يدعو إلى الله ، وهو في الحقيقة يَدعو إلى جماعة أو حِزب ، ويُوالي عليه ويُعادي عليه ، وقد يَغضب للحزب أو للجماعة أكثر من غَضَبِه لله ! – فهذا لا يجوز

وإذا كان عدم رضا الوالدين لأجل حاجتهما للابن ، فيَترك الابن ذلك في حال حاجتهما

وإذا لم يكن لحاجة الابن ، أي أنهما لا يحتاجان إليه ، وإنما يمنعانه من فِ‘ل الخير فلا تجب طاعتهما حينئذ

إذ لو كل شخص أطاع والديه في كل ما مِن شأنه الأذى أو الابتلاء لم يكن هناك من يَدعو إلى الله ، ولا من يُجاهِد في سبيل الله ، ولا من ينشر الخير … إلى غير ذلك

والعاقل من يُسدِّد ويُقارِب

ويُعطي كل ذي حق حقَّـه

والله تعالى أعلم

http://www.almeshkat.net/index.php?pg=qa&cat=29&ref=1101

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: