Berpegang Teguh Dengan al Kitab dan As Sunnah Merupakan Landasan Kebahagiaan di Dunia dan Akhirat, bagian 1

الاعتصام بالكتاب والسنة

أصل السعادة في الدنيا والآخرة

ونجاة من مضلات الفتن

Berpegang teguh dengan al Kitab dan As Sunnah

Merupakan Landasan Kebahagiaan di Dunia dan Akhirat

Dan Keselamatan dari Kelamnya Fitnah

تأليف الفقير إلى الله تعالى

د. سعيد بن علي بن وهف القحطاني

Karya DR. Sa’id bin Ali bin Wahf al Qohthoniy

بسم الله الرحمن الرحيم

المقدمة

Seluruh pujian hanya bagi Alloh, kami memuji, memohon pertolongan dan ampunan hanya kepadaNya. Kami berlindung kepada Alloh dari kejelekan diri dan keburukan amal kami. Barangsiapa yang diberikan petunjuk, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan barangsiapa yang telah Alloh sesatkan, maka tiada yang bisa memberikan petunjuk baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada yang diibadahi dengan benar selain Alloh semata; tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad merupakan hamba dan utusanNya, semoga Alloh Ta’ala senantiasa menyanjungnya, menyanjung para pengikutnya dan para sahabatnya.

Ini merupakan ungkapan sederhana tentang motivasi untuk (Berpegangteguh dengan kitab Alloh dan as Sunnah). Didalamnya aku paparkan secara singkat tentang :

Maksud berpegangteguh dengan al Kitab dan as Sunnah serta wajibnya mengambil dan berpegangteguh dengan keduanya. Alloh telah menjesakan segala sesuatu di dalam al Qur’an al Karim; ia diturunkan untuk diamalkan, ia merupakan hidayah, keberuntungan dan kebaikan bagi orang-orang yang mengikuti dan berpegang teguh dengan al Kitab dan as Sunnah.

Wasiat terbesar adalah wasiat nabi r mengenai al Kitab dan sunnah nya r. Al Qur’an al Karim memerintahkan untuk  untuk bersatu di atas kebenaran dan melarang dari perpecahan dan perbedaan.

[Juga dijelaskan] bahwa berpegangteguh dengan al Kitab dan as sunnah merupakan keselamatan dari kegelapan fitnah, dan bahwa menyelisihi keduanya merupakan pokok kehinaan, kerusakan, kerendahan dan kerugian di dunia dan akhirat. Perbedaan merupakan sebab kejelekan dan perpecahan.

Kewajiban setiap mukallaf adalah berpegangteguh dengan al Kitab dan as Sunnah; karena di dalam keduanya ada jalan keluar dari segala bentuk fitnah/bencana -bagi orang-orang yang tamassuk dengan keduanya-. Karena al Qur’anul karim : Barangsiapa mengikuti petunjuk dari selainnya maka Alloh akan menyesatkannya. Al-Qur’an merupakan tali Alloh yang sangat kokoh, cahaya yang jelas, adzikrul hakim dan shirotol mustaqim. Ia merupakan kitab yang tidak menyesatkan, tidak susah dibaca dan tidak terkontaminasi pendapat dan pemikiran. Ia merupakan kitab yang para ulama tidak pernah merasa ‘kenyang’ dengannya, tidak membosankan orang yang bertaqwa, tidak menjdi usang karena sering dipakai membantah dan tidak pernah terputus keajaibannya. Barangsiapa mengetahui dan mengajarkanya maka akan menjadi yang terdepan, barangsiapa berkata dengannya maka benar, barangsiapa menghukumi dengannya maka adil, barangsiapa beramal dengannya maka diganjar dan barangsiapa menyeru kepadanya maka telah diberikan hidayah kepada jalan yang lurus ([1]).

Dikarenakan besarnya kedudukan al Qur’an dan as Sunnah maka nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam senantiasa berkata di dalam khutbanya :

((أما بعد، فإن خير الحديث كتاب الله، وخير الهدي هدي محمد، وشر الأمور محدثاتها، وكل بدعة ضلالة))(2)

Amma ba’du, sebaik-baik perkataan adalah Kitabulloh, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad. Dan seburuk-buruk urusan adalah perkara yang baru, dan setiap bid’ah adalah sesat”.

Hanya kepada Alloh aku meminta, untuk menjadikan pemaparan semata-mata ikhlas dikarenakan WajahNya yang Maha Mulia. Semoga memberi manfa’at kepadaku pada masa hidupanku dan setelah kematianku. Dan semoga pula bermanfa’at bagi seluruh orang yang risalah ini sampai kepadanya. Sesungguhnya Dia sebaik-baik yang dimintai dan semulya-mulya yang diharapkan. Dia lah yang mencukupi kita dan sebaik-baik yang ditawakali.

Mudah-mudahan Alloh senantiasa bersholawat dan salam serta memberkahi nabi kita Muhammad bin Abdulloh, keluarganya, para shohabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari pembalasan.

المؤلف

ليلة الجمعة الموافق 17/8/1422هـ

Berpegangteguh dengan Al Kitab dan As Sunnah

Asas kebahagiaan di dunia akhirat dan keselamatan dari kegelapan fitnah/bencana. ([3])

Pertama : Maksud Berpegangteguh dengan al Kitab dan as Sunnah :

Tidaklah diragukan bahwa berpegangteguh dengan al Kitab dan as Sunnah merupakan pokok dan asas kebahagiaan di dunia akhirat.

(الاعتصام) adalah (الاستمساك([4]))‘Berpegangteguh’. Ibnu Mandzur rohimahulloh berkata : (الاعتصام: الاستمساك بالشيء) : “Al I’thishom adalah berpegangteguh dengan sesuatu” ([5]).

Maka (الاعتصام) adalah (التمسك بالشيء) ‘berpegangteguh dengan sesuatu. Dikatakan (استعصم) : (استمسك) ([6]). Alloh Ta’ala berfirman :

] وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا [([7])،

“Berpegangteguhlah dengan hablulloh dalam keadaan bersatu”. Maksud berpegangeguh dengan hablulloh : (الاعتصام بعهد الله) ‘berpegangteguh dengan janji Alloh’. Dikatakan pula bahwa maksudnya (القرآن) ‘al Qur’an’; sebagimana hadits Abu Syuraih al Khuza’i t, dia berkata : Kami safar bersama Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam, beliau  bersabda :

أبشروا، أبشروا، أليس تشهدون أن لا إله إلا الله، وأني رسول الله؟ قالوا: بلى، قال: إن هذا القرآن سبب طرفه بيد الله، وطرفه بأيديكم، فتمسكوا به فإنكم لن تضلوا، ولن تهلكوا بعده أبداً([8

Bergembiralah kalian, berbahagialah kalian, Bukankah kalian bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar selain Alloh dan aku utusan Alloh ? ‘Mereka berkata : Benar’. Beliau besabda kembali :Sesungguhnya al Qur’an  ini merupakan tali (yang menyampaikan kepada ridlho Alloh[9]), ujungnya di tangan Alloh dan ujung yang lain di tangan kalian. berpegangteguhlah kalian dengannya !, maka sekali-kali kalian tidak akan tersesat dan binasa setelahnya”.

Jubair bin Muth’im rodiyallohu ‘anhu berkata :

كنا مع رسول الله r بالجحفة، فخرج علينا فقال: أليس تشهدون أن لا إله إلا الله، وأني رسول الله، وأن القرآن من عند الله؟ قلنا: نعم، قال: ((فأبشروا، فإن هذا القرآن طرفه بيد الله، وطرفه بأيديكم فتمسكوا به، ولن تهلكوا بعده أبداً ([10

Kami sedang besama Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallamdi Juhfah, maka beliau sholallohu ‘alaihi wa sallam keluar kepada kami seraya bersabda : “Bukankah kalian bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar selain Alloh dan aku Rosululloh ? Kami menjawab : Iya. Beliau bersabda : “Bergembiralah kalian !, sesungguhnya al Qur’an, ujungnya di tangan Alloh dan ujung yang lainnya di tangan-tangan kalian. Maka berpegang teguhlah dengannya, sekali-kali kalian tidak akan binasa setelahnya; selama-lamanya”.

Barangsiapa berpegang teguh dengan al Qu’an al Karim maka sunguh telah berpegang teguh dengan (agama) Alloh. Alloh U berfirman :

وَمَن يَعْتَصِم بِالله فَقَدْ هُدِيَ إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ [11

“Barangsiapa yang berpegang teguh dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus”. Yakni : Bertawakal kepadaNya dan memperhatikan batasan-batasanNya([12]). Alloh Ta’ala telah memerintahkan berpegang teguh dengan tali Alloh; yaitu kitabNya Ta’ala, di dalam ayat-ayat yang sangat banyak([13]).


([1]) Lihat hadits yang diriwayatkan dalam Sunan At Tirmidzi, No. 2906.
([2]) Muslim, Kitab Al Jum’ah/Jumu’ah. Bab Takhfifi As Sholat wal Khutbah, No. 867.
([3]) أصل هذا الكتاب مقال طلبته مني وكالة الدعوة بوزارة الشؤون الإسلامية والأوقاف والدعوة والإرشاد، ونشرته الوكالة في جريدة الجزيرة، العدد رقم 10627، الصفحة 27، في يوم الجمعة بتاريخ 17/8/1422هـ.
([4]) Mufrodat Alfadzil Qur’an, Al Ashfahaniy, h. 569.
([5]) Lisanul ‘Arob, 12/404.
([6]) Mufrodat Alfadziil Qur’an, h. 570.
([7]) Surat Al Imron : 103.
([8]) Dikeluarkan Ibnu Hibban dalam Sahih nya, 1/329, No. 122. Imam Al Mundziri berkata dalam At Targib wa At Tarhib, 1/95 : “At Thobroniy meriwayatkannya dalam al Kabir dengan Isnad Jayyid” . Al ‘Alamah Al Albani dalam Sahih At Targhib wat Tarhib, 1/124 berkata : “Sahih, Dikeluarkan Ibnu Hibban dalam Sahihnya, Ibnu Nashr dalam Qiyamul Lail, h. 74 dengan sanad sahih”.
[9] Aku (penerjemah) : Lihat Fayidul Qodir Syarhu Jami’is Shogir 7/12.
([10]) Dikeluarkan Ath Thobroni dalam Al Kabir, 2/126, No. 1539. Dalam Ash Shogir (Majma’ul Bahroini, No. 252). Al Haitsami dalam Majma’u Al Zawaid, 1/169 berkata : (Di dalamnya ada Abu ‘Abidah Az Zurqo, dia matrukul hadits). Al Albani dalam Sahihut Targhib wat Tarhib, 1/124, No. 39 berkata : (Sahih Lighoirihi).
([11]) QS Al-Imron : 101.
([12]) Tafsir As Sa’diy, h. 159.
([13]) Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, 19/76-83, 9/5/8 dan 36/60.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: