PETIKAN SYARAH MANDZUMAH BAIQUNIYAH, SYAIKH ABUL HASAN, Bagian 2

2-وذِيْ مِنَ اْقْسَامِِ الْحَدِيثِ عِدَّهْ

وَكُلُّ وَاحِدٍ أَتَى وَحَدَّهْ

Nadzim rohimahulloh berkata :

2. Ini merupakan aneka ragam dari macam-macam hadits ** Seluruhnya akan datang beserta pengertiannya.

Dalam bait yang kedua ini penulis mengisyaratkan kepada banyaknya macam-macam ilmu hadits, dan beliau rohimahulloh akan menyebutkan sebagian besarnya. Selain itu penulis pun mengisyaratkan tentang akan datangnya tiap-tiap pengertian tersebut.

Tanbih : Mengetahui setiap pengertian dari macam-macam ilmu hadits sangatlah penting. Karena dengan mengetahuinya akan memudahkan untuk membedakan dari yang lainnya dan dengan penjelasan hukumnya diketahui mana yang diterima dan mana yang ditolak.

Perkataannya : (مِنَ اْقْسَامِِ), (مِنَ) dengan diharkati huruf nun-nya. Demikian itu untuk benarnya wajan.

Pengertian hadits : Segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi r, baik berupa perkataan, perbuatan, persetujuan atau pun sifat.

Demikian lah makna lafadz hadits jika dimutlakan penyebutannya. Adapun selain perkataan nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam maka harus ditaqyid. Dikatakan (حديث فلان) ‘hadits/perkataan si fulan’.

Namun demikan sebagian para ulama kadang memutlakan kata al-hadits pada atsar-atsar yang mauquf dan yang maqtu’.

Perkataannya (وذي), ia merupakan isyaroh kepada (أقسام الحديث) ‘macam-macam hadits’. Ia merupakan mubtada sedangkan khobar-nya (عدة). Taqdir kalam-nya adalah : (وذي عدة من أقسام الحديث) ‘Ini merupakan aneka ragam dari macam-macam hadits’.

Perkataannya (أقسام), plural (قِسْم). Al_qism adalah sesuatu yang terdapat di bawah ushul kuli, ia lebih khusus dari al-ushul al-‘am.

Perkataannya (وَحَدَّهْ), ia di baca manshub; karena ia sebagai maf’ul ma’ah.

Tanbih : Al-had, at-ta’rif dan ar-rosm, semuanya merupakan bagian dari ungkapan yang digunakan oleh para ulama untuk menjelaskan pengertian sesuatu.

Masalah Pertama : Apa yang dimaksudkan ‘pembagian’ (hadits) yang akan dibicarakan oleh nadzim rohimahulloh ?.

Jawab : Yang dimaksudkan dengan pembagian di sana adalah pembagian ulumul hadits. Bukanlah pembagian hadits ditinjau dari hokum dan derajatmya, karena – jika ditaqdirkan – pembagian hadits ditinjau dari hukum dan derajatnya maka tidak akan lebih dari tiga macam : Sahih, hasan dan dzo’if.

Adapun macam-macam ilmu hadits maka sangat banyak sekali, namun kebanyakannya tidak ada kaitannya dengan al-qobul dan ar-rod.

Masalah Kedua : Apakah yang dimaksudkan Nadzim rohimahulloh meliputi seluruh bentuk ulumul hadits  ?

Jawab : Nadzim tidak mengehendaki demikian, demikian terfahami dari penggunaan huruf (من) yang menunjukan kepada sebagiannya (litab’id). Sebagimana akan terbukti pada pembahasan nanti –insya Alloh Ta’ala–.

Kenapa nadzim tidak menyebutkan semuanya ?. Karena kitab ini diperuntukan bagi para pemula, Allohu ‘alam.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: