Kitab Shiyam/Puasa, (al Fiqhu al Muyassar) bagian 1

Bagian 1/-

Bab Keempat Tentang Kitab Shiyam (Puasa)

Ia mencakup lima bab :

Bab Pertama : Pendahuluan, ia memiliki beberapa permasalahan :

Masalah Pertama : Pengertian Puasa dan Penjelasan Rukun-Rukunnya :

1. Pengertiannya : Puasa secara etimologi adalah : Menahan dari sesuatu. Adapun secara terminology/istilah adalah : Menahan diri dari makan, minum dan dari segala pembatal puasa dengan disertai niat, dari terbitnya fajar shodiq sampai tenggelamnya matahari.

2. Rukun-Rukunnya : Dari pengertian puasa secara istilah tercermin bahwa ia memiliki dua rukun yang sangat asasi, keduanya itu adalah :

  • Manahan diri dari segala pembatal puasa dari terbitnya fajar samapai tenggelamnya matahari. Dalil rukun ini firman Alloh Ta’ala :

َالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ

مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

“Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang Telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam”. (QS. Al Baqoroh : 187). Yang dimaksud dengan benang putih dan benang hitam : Putih = siang, hitam = malam.

  • Niat, yang berpuasa tersebut memaksudkan tatkala menahan diri dari segala mufthirot (pembatal puasa) tersebut ibadah kepada Alloh ‘Azza wa Jalla.  Dengan adanya niat terbedakanlah antara amal yang dimaksudkan untuk ibadah dari selainnya. Dan dengan niat pula terbedakan antara ibadah yang satu dengan yang lainnya. Pelaku puasa dengan shiyam tersebut memaksudkan : Shiyam/puasa Ramadlhon atau selainnya; dari berbagai macam puasa. Dalil rukun ini sabdanya sholallohu ‘alaihi wa sallam :

إنما الأعمال بالنيات، وإنما لكل امرئ ما نوى

“Suatu amal tergantung pada niat-niatnya, dan bagi setiap orang sesuai dengan yang dia niatkan”.  (HR. Bukhori No. 1, Muslim No. 1907).

Masalah Kedua : Hukum Puasa Ramadlhon dan Dalil-Dalilnya :

Alloh Ta’ala mewajibkan puasa pada bulan Ramadlhon, dan menjadikan salah satu rukun Islam yang lima; demkian itu dalam firmanNya Ta’ala :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (QS. Al Baqoroh : 183). Dan firmanNya Ta’ala :

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

Bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu”. (QS. Al Baqoroh : 185).

Dan hadits yang diriwayatkan Abdulloh bin Umar rodiyallohu ‘anhuma, dia berkata : Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

بني الإسلام على خمس: شهادة أن لا إله إلا الله، وأن محمداً رسول الله، وإقام الصلاة،

وإيتاء الزكاة، وصوم رمضان، وحج بيت الله الحرام من استطاع إليه سبيلاً

“Islam di bangun di atas lima (rukun) : (1). Persaksian bahwa tidak ada yang diibadahi dengan benar selain Alloh, dan bahwasanya Muhammad utusan Alloh, (2). Menegakan sholat, menunaikan zakat, (3). Puasa di bulan Ramadlhon (5). Dan haji ke baitulloh al harom; bagi yang memiliki kemampuan untuk sampai ke sana”. (HR. Bukhori, No. 8, dan Muslim No. 16).

Hadits yang diriwayatkan Tholhah bin Ubaidillah, bahwa seorang arab badui yang telah beruban menjumpai Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam, dia berkata : Wahai Rosululloh, adakah puasa yang diwajibkan Alloh kepadaku ?, beliau bersabda :

شهر رمضان، قال: هل عليَّ غيره؟ قال: لا، إلا أن تطوع شيئاً…

Bulan Ramadlhon, orang arab badui bertanya lagi : Adakah kewajiban yang selainnya bagi ku ? , beliau menjawab : tidak ada, kecuali dari ragam puasa sunnah”.  (HR. Al Bukhori No. 46, Muslim No. 11).

Umat telah sepakat tentang wajibnya puasa Ramadlhon, bahwa ia merupakan salah satu rukun Islam, yang telah diketahui bagian dari agama secara doruri, dan mengingkarinya kafir keluar dari Islam.

Dengan dalil-dalil tersebut maka tentang wajibnya puasa telah ditunjukan dengan al Kitab, as Sunnah dan Ijma (kesepakatan). Dan kaum muslimin telah sepakat tentang kafirnya orang yang mengingkarinya.

Masalah Ketiga : Macam-Macam Puasa :

Shaum ada dua macam : Wajib dan sunnah.

Puasa yang wajib ada tiga macam :

  1. Shaum Ramadlhon.
  2. Shaum kafaroh.
  3. Shaum nadzar.

Adapun pembicaraan kita pada saat ini hanya seputar puasa Romadlhon dan puasa tathowu/sunnah. Adapun puasa yang lainnya akan dijelaskan pada tempatnya masing-masing, insya Alloh Ta’ala.

Masalah Keempat : Keutamaan Puasa Pada Bulan Ramadlhon dan Hikmah Berpuasa Pada Bulan Tersebut.

  1. Keutamaannya : Dari Abi Hurairoh rodiyallohu ‘anhu dari Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda :

من قام ليلة القدر إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه، ومن صام رمضان إيماناً

واحتساباً غُفر له ما تقدم من ذنبه

“Barangsiapa sholat pada malam lailatul qodar, dengan landasan keimanan dan mengharapkan pahala, maka Alloh mengampuni dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadlhon, dengan motivasi keimanan dan mengharapkan pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”. (HR. Bukhori, No. 1901, Muslim, No. 760).

Dan pula dari Abi Hurairoh rodiyallohu ‘anhu, bahwa Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

الصلوات الخمس، والجمعة إلى الجمعة، ورمضان إلى رمضان مكفرات لما بينهن

إذا اجتنبت الكبائر

“Sholat yang lima waktu, Jum’at ke Jum’at, Ramadlhon ke Ramadlhon, merupakan penghapus dosa bagi hari-hari yang ada di antara keduanya, jika dosa besar ditinggalkan”. (HR. Muslim, No. 233).

Inilah sebagian kutifan yang menjelaskan keutamaan puasa di bulan Ramadlhon, dan keutamannya sangatlah banyak.

2. Hikmah Berpuasa Pada Bulan Tersebut : Alloh subhanahu mensyari’atkan puasa untuk hikmah dan faidah yang sangat banyak, diantaranya :

  • Membersihkan, mensucikan dan memurnikan jiwa dari campuran dan akhlak yang jelek; karena puasa menyempitkan lalu-lalangnya Syaithon dalam badan manusia.
  • Shaum menjadikan zuhud pada dunia dan syahwatnya, dan sebagai memotivasi untuk bersemangat dalam meraih akhirat dan kenikmatannya.
  • Puasa membangkitkan rasa sayang pada orang-orang miskin dan merasakan kepedihan mereka; karena orang yang berpuasa merasakan rasa lapar dan haus.

Dan yang lain-lainnya dari hikmah dan faidah  yang sangat jelas lagi banyak.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: